Kolom Pimpinan

Guru Sejati

(Refleksi Hari Guru Nasional 2023)

Seorang santri mendatangi gurunya dan bertanya, ”Guru…!  Saya pernah membaca dan mendengar sebuah ungkapan ulama sufi sekaligus ahli hadits yang bernama Imam Yahya bin Mu’adz Ar-Razy yang sangat terkenal dalam dunia tasawuf, Barang siapa yang mengenal dirinya, maka akan mengenal Tuhan-Nya.”

”Mohon penjelasannya guru, agar aku bisa mengenal diri…?”

Gurunya menjawab, ”Banyak sekali orang menafsirkan dan menjelaskan  ungkapan di atas, yang intinya jalan yang paling jelas untuk mengenal Allah itu ya harus mengenal hakikat dirinya sendiri.”

”Yang menjadi problema adalah diri yang mana yang harus dikenal…?”

”Karena banyak sekali orang yang mengkaji hakikat diri, tetapi kebanyakan berputar-putar sebatas teori. Setelah faham teorinya mereka sering mengajak berdebat orang lain, kalau dirinya mengklaim sudah hakikat dan makrifat.”

Lalu murid tersebut bertanya, ”Apa hakikat diri kita guru…?”

Guru tersebut menjawab.

Hakikat manusia itu adalah ruh, jasad ini yang ada pada diriku dan dirimu hanyalah sebuah bungkus atau baju yang menutupi ruh.

Ruh itu berasal langsung dari tiupan Allah yang dimasukkan ke dalam setiap janin yang rata-rata kurang lebih sudah berumur 120 hari dalam kandungan.

Di dalam al-Qur’an Allah Azza wa Jalla telah berfirman”

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلَالَةٍ مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۚ بَلْ هُم بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya RUH dari diri Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. [As Sajdah: 7-10]

Ketika Ruh masuk ke dalam janin, maka berfungsi menjadi beberapa bagian yaitu:

  • Ruh yang berfungsi  sebagai daya hidup, sehingga badan yang dimasuki tersebut bisa bernafas, hidup dan bergerak maka disebut dengan  nyawa.
  • Ruh yang yang masuk ke dalam otak untuk bisa memilah mana yang baik dan mana yang benar itu disebut dengan pikiran.
  • Ruh yang masuk ke tubuh yang berfungsi untuk wadahnya  perbuatan manusia disebut dengan hati. Dalam bahasa arab disebut Qalbun karena sering berbolak balik.
  • Ruh yang menerima semua dampak dari perbuatan baik dan buruk disebut jiwa. Inilah yang akan mengalami surga dan neraka, sesuai dengan hasil perbuatannya.
  • Bagian dari Jiwa yang bisa keluar masuk ke dalam tubuh disebut dengan sukma.
  • Ruh yang yang sifatnya membimbing manusia disebut dengan Ruh Idhafi. Wujudnya sama dengan diri kita tapi lebih muda dan bercahaya.

Ruh Idhafi itu adalah Ruh Quddus yang sifatnya suci karena langsung pancaran dari Allah, ibarat pemancar sinyal yang langsung menyambung ke pusat satelit.

Ruh Idhafi itu julukannya banyak antara lain disebut juga dengan Guru Sejati, Sukma Sejati, Gusti (Bagusnya Hati), Pengeran Sejati ning Ingsun (Raja di dalam Diri), Hati Nurani, Qalbun Salim (Hati Yang Selamat) dan lain-lain.

Jika kamu sudah kenal dan mengetahui Ruh Idhafi itu, maka dialah Guru Sejatimu yang akan menuntun kamu dalam menuju Allah. Guru Sejatimu itu yang akan membimbing jiwamu dari jiwa yang paling dasar yaitu Jiwa Ammarah berevolusi menjadi Jiwa Lawwamah, Jiwa Mulhamah, Jiwa Muthmainnah, Jiwa Radhiyah, Jiwa Mardhiyyah dan Jiwa Kamilah.

Orang yang sudah mencapai Jiwa Kamilah, maka orang tersebut sudah mencapai Muksa, karena telah terbebas dari hawa nafsunya. Mereka adalah para wali Allah yang masuk surga tanpa hisab.

Murid tersebut bertanya kembali, ”Guru…! Bagaimana caranya agar saya bisa ketemu Guru Sejati dalam diri saya sendiri…?”

Guru tersebut menjawab, “Kamu cari Rumahnya Angin, yaitu di kedua lubang hidung, itulah masuk keluarnya nafas. Dengan cara kamu zikir, berkontemplasi atau meditasi nafas yang benar, maka kamu akan ketemu dengan Ruh Idhafi atau Guru Sejatimu.”

”Dan pada diri kalian sendiri, tidakkah kalian memperhatikannya?!” [Adz-Dzariyât : 21]

Wallahu a’lam bishshawab…

“SELAMAT HARI GURU NASIONAL”

Watampone, 25 November 2023

Admin

Web Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page