Kolom Pimpinan

Nur Muhammad

(Tajalli al-Awwal – Refleksi menyambut bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW)

Suatu ketika seorang murid mendatangi gurunya dan bertanya,

“Wahai Guru!!! Mengapa kita setiap tahun memperingati Maulid Nabi kita Muhammad SAW?”

Lalu gurunya menjawab,

“Sebetulnya Nabi Muhammad SAW. tidak butuh dirinya diperingati hari kelahirannya, justru kitalah umatnya yang sangat membutuhkan memperingati hari kelahiran beliau.

Pada hakikatnya ketika kita memperingati hari Maulid Nabi SAW. adalah sama halnya dengan memperingati hakikat diri kita. Mengingatkan kembali Asal usul diri kita, orang Bugis menyebutnya dengan istilah “mula ancajingenna rupa taue” yang maksudnya adalah asal-usul kejadian manusia.

Si murid tersebut pun semakin bingung akhirnya bertanya kembali,

“Lalu apa hubungannya antara Maulid Nabi SAW. dengan hakikat diri kita Guru? Mohon pencerahannya!!!

Sang guru pun menjawab,

“Hakekat setiap diri manusia itu adalah ruh, ada pun jasad itu ibarat baju yang dipakai oleh ruh. Hakikat ruh manusia itu semuanya dari pancaran Nur Muhammad dan pancaran itu adalah tajalli atau pancaran dari Allah SWT.

Dalam sebuah hadits yang terkenal di kalangan sufi disebutkan bahwa Nabi bersabda yang artinya:

“Aku adalah bapak seluruh ruh, sedangkan Nabi Adam adalah bapak seluruh manusia”.

Jadi setiap ruh yang ada di dalam setiap manusia itu adalah berasal dari Nur Muhammad, oleh karena itu, Allah sangat memuliakan setiap manusia tanpa membedakan agama dan suku bangsanya:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” [QS. Al-Isra’:70]

Sebetulnya setiap kita di saat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw., itu sama juga dengan memperingati hakikat asal-usul diri kita, agar mengingatkan kembali siapa hakikat diri kita yang sesungguhnya. Sehingga kita dapat mengumpulkan bekal yang cukup untuk bisa kembali ke asal-usul kita.

Maka sangat aneh sekali jika ada muslim yang tidak suka dan anti terhadap Maulid Nabi SAW., maka sama halnya mereka mengingkari hakikat dirinya dari mana ia berasal, itulah orang-orang yang tidak mau berterima kasih dan tidak mau mengerti dari mana mereka berasal.

Jika kita mengerti dan faham dengan hakikat Maulid Nabi SAW., maka bukan hanya sekali dalam setahun kita memperingati Maulid Nabi SAW, akan tetapi mungkin setiap hari dan bahkan setiap saat kita akan memperingatinya, karena itu kita akan mengenal hakikat “Muhammad” di dalam diri kita.”

Seorang sahabat yang bernama Jabir bertanya kepada Rasulullah SAW,

“Wahai Rasulullah SAW., apakah yang mula-mula diciptakan oleh Allah SWT?”

Maka Nabi SAW pun menjawab:

اول ما خلق الله نور نبيك يا جابر وخلق منه الأشياء وانت من تلك الأشياء

“Mula-mula yang diciptakan Allah SWT adalah Nur Nabimu ya Jabir, dan diciptakanlah segala sesuatu itu darinya, sementara engkau (Jabir) berasal dari segala sesuatu itu.”

Semoga bermanfaat!

والله الموفق إلى أقوم الطريق

Watampone, 17 September, 2023 M / 01 Rabiul Awal 1445 H

Hamba Allah yang Faqir (Saharuddin)

Admin

Web Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page