Aksi Tanggap Bencana PMR MTs Al-Ikhlas: Dari Drama Bangunan Roboh Hingga Edukasi Lewat Nada

UJUNG, ALIKHLASUJUNG.ORG — Gemuruh tepuk tangan dan decak kagum membahana usai pelaksanaan Upacara Peringatan HUT RI ke-81, Senin, 17 Agustus 2026. Pasalnya, peringatan kemerdekaan tahun ini tersuguhkan dengan pemandangan yang tak biasa dan menyentuh hati.

Anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas Ujung Bone sukses memukau seluruh peserta upacara. Mereka berhasil mendemonstrasikan simulasi penanggulangan bencana alam yang ciamik, kreatif, dan penuh emosi.

Aksi Heroik di Atas Panggung Simulasi

Suasana lapangan yang tadinya hening mendadak dramatis saat para santriwati mulai memperagakan detik-detik terjadinya bencana. Dengan kepiawaian seni peran dan ketangkasan fisik, mereka menggambarkan situasi mencekam. Berbagai hal berupa bangunan yang roboh, jeritan histeris, serta kepanikan warga yang berlarian mencari perlindungan.

Namun di tengah kekacauan simulasi tersebut, ketangguhan anggota PMR MTs Al-Ikhlas terlihat menonjol. Dengan cekatan dan terkoordinasi, mereka melakukan berbagai tindakan. Mulai dari pertolongan pertama, evakuasi korban terluka dari reruntuhan, hingga penanganan trauma (trauma healing) di lokasi kejadian.

“Aksi ini bukan sekadar pertunjukan bakat atau perayaan rutinitas Kemerdekaan RI, melainkan bentuk empati mendalam dari para santriwati atas musibah gempa bumi yang baru-baru ini melanda saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT),” ungkap Andi Inayah, pembina PMR di sela-sela acara.

Edukasi Kebencanaan Lewat Nada dan Lagu

Tidak hanya menyuguhkan ketegangan, di akhir atraksi para santriwati memberikan sentuhan edukatif yang unik. Sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, anggota PMR MTs Al-Ikhlas membagikan materi literasi kebencanaan—tentang apa yang harus publik lakukan sebelum, saat, dan sesudah gempa—yang mereka sajikan dalam bentuk lagu dan nada yang energik.

Lewat lirik yang sederhana dan irama yang ceria, para santri menyampaikan pesan keselamatan yang biasanya terasa kaku berhasil terserap dengan mudah oleh audiens dari berbagai kalangan, mulai dari santri cilik hingga para wali santri dan tamu undangan.

Baca Juga: Bedah Buku “Di Balik Penjara Suci” Hadirkan Ispirasi Literasi Bagi Santri MTs Al-Ikhlas Ujung

Santri Tangguh, Indonesia Maju

Demonstrasi ini menjadi bukti nyata bahwa santri zaman now tidak hanya mahir membaca kitab dan memperdalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi serta keterampilan penanggulangan darurat yang mumpuni.

Pertunjukan semangat kepedulian oleh santriwati MTs Al-Ikhlas Ujung Bone di Hari Kemerdekaan ini membawa pesan kuat bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika kita mampu saling menguatkan dan mengulurkan tangan bagi sesama yang sedang tertimpa musibah.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *