UJUNG, ALIKHLASUJUNG.ORG – Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone bersiap mengoptimalkan potensi aset keumatan melalui rencana kolaborasi program Wakaf Produktif. Langkah strategis ini diawali dengan kegiatan survei dan asesmen kelayakan lahan wakaf. Kegiatan ini berlangsung pada 11–12 Agustus 2026, di lingkungan Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Agenda verifikasi lapangan ini bertujuan untuk menilai aspek legalitas dan potensi pemanfaatan. Begitu juga dengan kesiapan mitra, serta kesesuaian lahan dengan standar pengembangan program Wakaf Produktif. Hasil dari asesmen ini nantinya menjadi dasar rekomendasi dan keputusan. Hal tersebut guna mewujudkan pengelolaan aset yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi pemberdayaan masyarakat sekitar.

Inisiatif besar ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan strategis. Dari pihak Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, hadir A. Pandu Wirawan (Deputi Direktur BI Sul-Sel), Muhammad Salim (Asisten Manajer), dan Anwardin A (Konsultan). Sementara itu, jajaran pimpinan Dompet Dhuafa yang turut hadir meliputi Imam Al Faruq (Kepala Departemen Literasi Wakaf DD), Muhammad Syafi’i (Kepala Departemen Pelaksana Program Wakaf DD), serta Nurhasnaini Hasan (Pimpinan Cabang DD Sulsel).
Langkah Strategis Pesantren
Perwakilan dari Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone dalam hal ini H. Rahmat Munawir, M.A., selaku Kepala Badan Usaha Milik Pesantren menyambut hangat dan optimistis atas terlaksananya kegiatan strategis ini.
“Kami sangat bersyukur dan menyambut baik kehadiran Bank Indonesia, Dompet Dhuafa, serta seluruh pemangku kepentingan di pesantren kami. Kolaborasi ini merupakan momentum berharga untuk mengubah potensi lahan wakaf menjadi simpul ekonomi yang produktif. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung penuh sinergi ini demi kemandirian pesantren dan kesejahteraan umat.”
Melalui asesmen bersama ini, harapannya terbentuk kemitraan jangka panjang yang kokoh antara lembaga pesantren, pemerintah daerah, regulator keuangan, dan lembaga amil zakat dalam menggerakkan ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Kepala Divisi SDM dan Kurikulum, Jusmadi Musa, S.Pd., yang turut serta hadir mendampingi kunjungan BI dan Dompet Dhuafa ini menaruh harapan besar agar kerja sama antar instansi atau lembaga ini dapat terealisasi dan masyarakat khususnya di sekitar pesantren juga dapat merasakan dampaknya.
Baca Juga: Ahmad Syahrisal Tuntaskan Hafalan al-Quran Juz 30
Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone telah memiliki lembaga filantropi berupa lembaga amil zakat dan lembaga wakaf yang bergerak sepenuhnya dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pesantren. Adanya usulan dari kedua lembaga ini, memberi peluang yang besar bagi Al-Ikhlas untuk dapat berkontribusi lebih bagi kemajuan umat.






Tinggalkan Balasan