Kunjungi Jombang, Al-Ikhlas Siap Pelopori HIPSI Sul-Sel

JOMBANG, ALIKHLASUJUNG.ORG — Unsur Pelaksana Harian Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone melaksanakan kunjungan studi ke Jawa Timur. Kunjungan yang berlangsung pada 25–31 Agustus 2026 ini beragendakan penguatan jaringan, pengembangan kurikulum kebahasaan dan tata kelola lembaga.

Pengasuh Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., mengutus tiga pejabat utama pesantren untuk mengawal agenda strategis tersebut:

  • Dr. Muhammad Asriady, S.Hd., M.Th.I. (Kepala Divisi Humas & Kerjasama)
  • Bustan Kadir, S.Sos., M.I.Kom. (Kepala Divisi Media & IT)
  • Anugrah, S.Ag. (Kepala Sekretariat Pimpinan)

Ketiga delegasi mengawali kunjungan dengan menyambangi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Setelah itu, melakukan rangkaian studi komparatif ke beberapa titik strategis, termasuk agenda kemitraan ekonomi dan penguatan kebahasaan.

Peluang Pelopor HIPSI di Sulawesi Selatan

Pada agenda pertama di Jombang, delegasi Al-Ikhlas Ujung menggelar pertemuan khusus bersama Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI). Ketua Umum HIPSI, KH. M. Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam) menyambut langsung kedatangan para utusan pesantren dalam suasana hangat dan komunikatif.

Pertemuan tersebut berlanjut bersama pengurus HIPSI dengan berfokus pada diskusi mendalam mengenai penguatan kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Turut serta pula dalam pertemuan ini, Ketua HIPSI Jawa Timur.

Salah satu poin penting dalam pembicaraan ini adalah peluang emas bagi Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung untuk menjadi pelopor lahirnya HIPSI di wilayah Sulawesi Selatan. Langkah pionir ini berpotensi membuka ruang kolaborasi ekonomi yang luas antar-santri serta memperkuat jaringan wirausaha di kawasan timur Indonesia.

Rencana Akselerasi Ekosistem Bahasa Asing

Menanggapi pembentukan nomenklatur baru jabatan Koordinator Pusat Bahasa di internal pesantren, delegasi Al-Ikhlas Ujung juga menjadwalkan agenda studi tiru ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Kunjungan ini berfokus pada penyerapan sistem birokrasi kebahasaan, metode disiplin bi’ah lughawiyah (lingkungan berbahasa aktif), serta strategi pembiasaan bahasa Arab dan Inggris bagi para santri.

Melalui studi tiru ini, tim delegasi berencana mengadopsi model pengelolaan bahasa yang teruji di Gontor. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat akselerasi kemampuan bahasa asing santri Al-Ikhlas Ujung, sekaligus menopang ketercapaian Program Kelas Internasional yang sedang berjalan.

Pengembangan Jaringan Pesantren

Rangkaian agenda kunjungan studi ini juga membidik pengembangan jaringan pesantren. Melalui studi komparatif ini, tim delegasi berkomitmen menyerap berbagai praktik terbaik (best practices) guna menerapkannya di Ponpes Al-Ikhlas Ujung Bone.

Inisiatif strategis ini menegaskan komitmen Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone untuk terus bertransformasi—tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga mandiri secara ekonomi, dan membuka peluang kerjasama strategis.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *