Kegiatan

Al-Ikhlas Ikut Serta Sukseskan Program Pesantren Ramah Anak

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone dalam hal ini Wakil Pimpinan Pondok Pesantren bidang Kemadrasahan, H. Saharuddin, S.Ag., S.Pd.I., M.Pd., menghadiri undangan Launching Pesantren Ramah Anak yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak UIN Alauddin Makassar bersama UNICEF di Four Point Hotel Makassar, Senin (05/06/2023).

Kegiatan ini juga melibatkan beberapa unsur yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Perwakilan Kementerian Agama, Dinas Sosial, Bappeda, Dinas PPA, dan Dinas Kesehatan di lima kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Selain itu, terdapat pula 25 perwakilan pondok pesantren se-Sulawesi Selatan.

Panitia penyelenggara mengungkapkan bahwa Program Pendampingan Pesantren Ramah Anak ini telah dilaksanakan terlebih dahulu di dua pesantren piloting, yaitu Pesantren Pondok Madinah di Makassar dan Pesantren Sultan Hasanuddin di Gowa, sebelum mereplikasi Program Pesantren Ramah Anak untuk 23 pesantren di 5 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Makassar, Maros, Gowa, Bone dan Wajo).

Acara ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan. Sebagai bagian dari keikutsertaan dan dukungan terhadap program ini, Pesantren Al-Ikhlas Ujung Bone melalui perwakilannya melakukan penandatanganan nota kesepahaman/MoU.

H. Saharuddin menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkrit dukungan terhadap kemajuan pendidikan khususnya pesantren dalam mewujudkan pesantren sebagai ruang tumbuh sekaligus ruang belajar yang aman untuk anak. Karena pada dasarnya, apa yang telah diperlihatkan dalam sistem pengajaran pesantren selama ini adalah implementasi yang sejalan dengan program ini.

Program ini juga mempersembahkan Talkshow dengan topik ”Prioritaskan Pembelajaran dan Pengasuhan di Pesantren Berorientasi Kepentingan Terbaik Santri” dengan menghadirkan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono, M.Ag., Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, Ph.D., dan Child Protection Spesialist UNICEF Indonesia, Muhammad Zubedy Koteng.

Di akhir kegiatan diisi dengan agenda tambahan Diskusi program perlindungan Anak untuk peserta Bone dan Wajo bersama UNICEF. (*/aibs)

Admin

Web Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page